Sabtu, 30 April 2011

88DB

88DB

MEMBANGUN PAPUA BARAT DENGAN NURANI DAN KEDAMAIAN




SEBAGAI salah satu daerah yang baru terbentuk, Provinsi Papua Barat tak ingin ketinggalan di bidang pembangunan dari daerah-daerah provinsi lainnya, apalagi Provinsi Papua Barat memiliki sumberdaya yang sangat potensial dan variatif jenisnya. Namun untuk ‘menyulap’ Papua Barat menjadi daerah yang diperhitungkan di masa mendatang, tak semudah membalikkan telapak tangan.
Dibutuhkan figur yang kuat dalam memimpin Negeri Masa Depan ini, yang memiliki ide dan gagasan cemerlang, serta konsistensi dalam pelaksanaannya di lapangan. Juga yang tak bisa diabaikan adalah partisipasi aktif dan peran serta dari masyarakatnya. Karena itu, DR. Wahidin Puarada, M.Si mengajak masyarakat di Papua Barat untuk bersama-sama membangun daerahnya dalam bingkai yang di dalamnya terdapat kebersamaan, kejujuran, keadilan, dan kesederhanaan sehingga pada akhirnya hasil yang diperoleh memberikan rasa senang kepada semua masyarakat di Papua Barat. SENANG MERASAKAN PERUBAHAN, SENANG MENIKMATI HASIL PEMBANGUNAN DAN SENANG BERSAMA-SAMA MASYARAKAT DAN PEMERINTAHNYA. 


Sebagai seorang pemimpin selama menjadi Bupati di Kabupaten Fakfak, DR. Wahidin Puarada, M.Si telah memiliki visi membawa Kabupaten Fakfak keluar dari Ketertinggalan ke arah kemajuan. Dan setelah diberi amanah memimpin daerah Kabupaten Fakfak, ia masih menyimpan energy untuk terus berkiprah dan bertekad mewujudkan obsesinya menjadikan Papua Barat sebagai daerah yang cemerlang di masa yang akan datang. ‘’Saya ingin jadikan Papua Barat sebagai suatu daerah yang maju di Tanah Papua mirip dengan Provinsi lain di Tanah Papua tanpa suatu perbedaan suku, Agama, dan Ras serta selalu mengedepankan pendekatan nurani dan kedamaian. 
Obsesi DR. Wahidin Puarada, M.Si untuk memimpin Papua Barat dengan Visi yang besar yakni membangun Papua Barat dengan Nurani dan kedamaian merupakan hal yang prinsip telah dipikirkan matang-matang. Nurani merupakan suatu perasaan dengan selalu konsiten kepada kebenaran dan kejujuran. Dalam Dokumen Konsili Vatikan II, GS 16 mencatat, hati nurani merupakan petunjuk dan keputusan akhir dalam interaksinya dengan akal budi manusia dalam berhadapan dengan dirinya, orang lain, dan Tuhannya. Di situ ia seorang diri bersama Allah, yang sapaan-Nya menggema dalam batinnya. Dalam Perjanjian Baru, Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. (Kol 3:23) Di samping taat kepada hukum Allah, manusia juga perlu harmonisasi dalam hati nurani.
Etika Kebuddhaan adalah etika nurani. Melaksanakan Etika Kebuddhaan artinya membangun kebiasaan untuk berhati nurani. Pemujaan Sang Hyang Atma sebagai Batara Hyang Guru dalam agama Hindu adalah pemujaan Guru yang ada dalam diri. Suara Sang Hyang Atma itu tiada lain adalah suara hati nurani. Orang yang gelap hati nuraninya cenderung berbuat yang makin menutup sinar suci Tuhan.
Di dalam kitab Su Si agama Kong Hu Cu mengatakan, berbuat sesuai dengan Hati Nurani itulah Tao, sedangkan bimbingan untuk hidup menempuh jalan sesuai hati nurani itulah agama. Manusia yang tidak mengenal hati nuraninya maka ia tidak mengenal Tuhan. Secara sederhana, nurani adalah pusat kebenaran sejati. Pada akhirnya, hati nurani adalah solusi dari merosotnya akhlak dan moral bangsa Indonesia. Hati nurani sangat penting untuk mengedepankan kembali kejujuran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang saat ini sedang bermasalah. Begitupun Di dalam istilah Islam di sebut dengan bashirah untuk menyebut hati nurani, yang berarti pandangan mata batin. Sesungguhnya, di dalam hal yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang memiliki mata hati (bashirah). (QS. Ali Imran: 13),



Setiap langkah dalam membangun selalu didasarkan pada nilai etika dan moralitas,  mengutamakan sumber daya manusia dan sumber daya alam untuk keunggulan daerah, tanpa harus bergantung pada pihak lain, mengedepankan Kebersamaan yang selalu menjalin keharmonisan dari keberagaman etnis, suku, agama, bahasa, dan adat istiadat, selalu peka dan tanggap terhadap aspirasi masyarakat, tuntutan, kondisi, dan harapan rakyat serta konsisten dalam memperjuangkannya kesejahtreraan masyarakat, dan selalu mengedepankan sikap dan perilaku yang bersahaja.
Membangun dengan nurani tentunya Kesejahteraan yang idam-idamkan masyarakat akan tercapai walaupun kadang sebuah kata yang sudah sangat sering diucapkan tetapi sangat sulit diwujudkan. Namun demikian niat baik DR. Wahidin Puarada, M.Si  bertekad dan siap memimpin warga Masyarakat Papua Barat dengan selalu mendengarkan suara hati nurani dan membaca  suara hati rakyat di Papua Barat.
Figur berjiwa kepemimpinan, sosok berpengalaman matang dan berwawasan luas, selalu mengatakan siap menjadi pemimpin Provinsi Papua Barat yang memiliki kepekaan hati nurani, baik terhadap diri sendiri maupun nurani rakyat. Dengan Berbekal pengalaman sebagai bupati dan segudang prestasi yang telah diraihnya, ia berkomitmen kuat akan mewujudkan konsep membangun Provinsi Papua Barat dengan benar dan selaras. Saya sepenuhnya menjamin segenap masyarakat Jambi tidak akan kecewa jika memilih kami. Modal kepekaan terhadap hati nurani membuat kami berdua sanggup menjadi pemimpin panutan rakyat. Ia selalu berprinsip tidak ingin sekadar maju, tetapi siap memenangi pilkada Provinsi Papua Barat. Tentunya, kemenangan itu harus diraih dengan cara-cara selaras dengan nilai moral dan agama, etika kebenaran, dan norma-norma yang berlaku di masyarakat.
Ia berjanji selalu bersama mengerahkan tenaga dan pikiran membangun Provinsi Papua Barat kedepan ke arah lebih baik. Untuk itu perlu kerja cepat mengejar sejumlah ketertinggalan pembangunan di Provinsi Papua Barat tentunya, modal membangun Papua Barat adalah pemimpin yang mampu dan berpengalaman, mengutamakan partisipasi aktif rakyat, serta punya sumber daya alam yang potensial.

LEBIH DEKAT DENGAN IR. HERMAN DONATUS PELIX ORISOE (KANDIDAT WAKIL GUBERNUR PROVINSI PAPUA BARAT 2011-2016)


Ir. Herman Donatus Pelix Orisoe lahir di Teminabuan Sorong Selatan pada 19 Juni 1964. Kariernya diawali dengan menjadi Dosen Luar Biasa pada Fakultas Pertanian Universitas Negeri Cenderawasih (kini Universitas Negeri Papua) pada tahun 1991-1993. Setelah itu, ia menjadi Konsultan Pengembangan Kelembagaan pada Proyek Pengembangan Kawasan Teluk Cenderawasih (CCAD Phase II) di Kabupaten Yapen Waropen (1993-1995), kerjasama UNDP dan Pemerintah RI. Tahun 1995-1996, Ia menjabat sebagai Asisten Advisor Pengembangan Masyarakat pada Proyek Pembangunan Pertanian Berkelanjutan (SADP) di Papua, kerjasama ADB dan Pemerintah RI. Tahun 1996 – 1999 bergabung kembali sebagai Konsultan Pengembangan Kelembagaan pada Proyek Pengembangan Kawasan Teluk Cenderawasih (CCAD Phase III) di Kabupaten Manokwari dan Nabire. Berbekal pengalaman kerja selama itu, Herman Orisoe,kemudian dipercayakan sebagai District Liaison Officer UNICEF untuk program “Safe Motherhood Initiative” di Kabupaten Manokwari tahun 2000-2003. Kariernya terus menanjak, dimana pada tahun 2004-2008 menjadi  Direktur Eksekutif - Papua Conservation Fund (PC-Fund) di Jayapura. Menjelang akhir 2008 hingga saat ini, Herman Orisoe kemudian bergabung dengan sebuah LSM Nasional yang sudah cukup lama berkiprah di bidang Konservasi dan Pembangunan Berkelanjutan, yakni : Yayasan WWF Indonesia (WWF-ID)  dengan jabatan pertama sebagai Papua Marine Portfolio Manager dan kini  sebagai Policy Coordinator-WWF ID Region Sahul Papua. Berkecimpung di dunia kampus hingga menjadi konsultan dan aktifis LSM, tentunya mempunyai segudang pengalaman yang sangat berarti untuk membangun Papua Barat kedepan yang lebih baik dengan memberikan kepastian dan keberpihakan pembangunan itu kepada semua orang di Papua Barat. 
Pria berdarah campuran Biak – Teminabuan yang lahir di salah satu Kabupaten Pemekaran Provinsi Papua Barat ini selama mengabdikan diri dan berkarya untuk negerinya sendiri, Tanah Papua, senantiasa berpegang pada ungkapan dari seorang theolog, seniman dan tokoh pendidik terkenal di Tanah Papua “ I.S. Kijne “ dengan semboyangnya “ Barang siapa bekerja dengan jujur dan sungguh-sungguh di tanah ini (Tanah Papua), ia akan berjalan dari satu pendapatan heran kepada pendapatan heran lainnya”.  Ketika usia sekolah, ia menekuni pendidikan dasar di tempat kelahirannya pada SD Negeri 14 Teminabuan hingga lulus tahun 1977. Kenangan indah yang tak terlupakan di waktu SD adalah ketika bersama teman-temannya berjalan kaki ke sekolah dan kadang berpayung daun pisang bila hari hujan. Kemudian setelah lulus ia melanjutkan pendidikan SMP (SMP YPK) hingga SMA (SMAN 415) di Manokwari. Ia kemudian melanjutkan kuliah di Fakultas Pertanian (Faperta) Uncen jenjang strata 1 (S1) dengan konsentrasi bidang sosial ekonomi pertanian spesial penyuluhan pertanian dan lulus pada tahun 1991.

Kini obsesi dan cita-cita membangun Papua Barat terus dilakukan untuk sebuah perubahan kesejahteraan karena ia tahu persis apa yang dibutuhkan masyarakat. Sementara hal yang memotivasinya untuk maju sebagai Calon Wakil Gubernur Papua Barat, disamping memenuhi permintaan masyarakat banyak, juga didasarkan pada sebuah keinginan untuk membangun Provinsi Papua Barat lebih maju dan Sejahtera.

Selasa, 26 April 2011

MENGENAL FIGUR DR. WAHIDIN PUARADA, M.SI (KANDIDAT GUBERNUR PROVINSI PAPUA BARAT 2011-2016)

Sebagai seorang mantan bupati yang memimpin salah satu kabupaten di Papua Barat yakni Kabupaten Fakfak selama 10 tahun, Ia dikenal sebagai seorang pekerja keras yang ulet dan selalu ikhlas dalam menjalankan tugas dan mencintai masyarakat yang dipimpinnya. Rasa cinta terhadap masyarakat dan negerinya merupakan energy yang tidak habis-habisnya selalu ia lahirkan melalui pikiran dan ide-ide cemerlang berinovatif dalam membangun masyarakat dan negeri yang dicintainya. Melalui berbagai pikiran yang nyata membuat ia lebih dikenal sangat perhatian dan peduli serta tanggap terhadap kehidupan di berbagai tempat baik di kampung, pinggiran kota maupun di pusat-pusat kota. 
Semasa kepemimpinannya banyak sudah ia melakukan perubahan dan peningkatan harkat dan martabat masyarakat Papua sehingga berada dalam sebuah peradaban yang hampir sejajar dengan yang ada di daerah lain. Dengan melakukan peningkatan kualitas perumahan masyarakat hingga merubah wajah kampung dan kota menjadi lebih baik dan menciptakan pemenuhan kebutuhan ekonomi masyarakat yang dianggap layak maka RUMAH adalah salah satunya yang menjadi bukti nyata mengangkat harkat dan martabat Orang Papua yang kini telah terjadi di kabupaten yang telah dipimpinnya. Kini begitu besar harapannya agar ia dapat membagi rasa ini dan memiliki keinginan yang kuat untuk melakukannya di seluruh wilayah Provinsi Papua Barat sehingga menjadi rasa senang terhadap semua orang yang tinggal di Papua Barat.



Ia lahir di Kaimana, tepatnya di Kampung Waromi Kaimana 28 Maret 1956, Sebagai anak kedua dari 4 (empat) saudara hasil buah hati dan belahan jiwa dari Syawal Puarada dan Jamalia Furu yang keduanya kini telah berpulang. Dalam perjalanan kariernya ia di dampingi oleh Gadis Sulawesi Selatan H. Siti Hadrah Kadir, SH yang dikaruniai Enam orang anak (dua putra empat putri).
Tempat kelahirannya merupakan sebuah perkampungan terisolir jauh dari kehidupan kota dan sangat sulit untuk menjangkaunya karena harus melalui perjuangan berat menggunakan perahu tradisional bermotor (long board) melewati pusaran air yang membahayakan ketika musim ombak tiba. 
Berkecimpung di dunia birokrasi yang kemudian meningkat kariernya pernah menjadi bupati selama 2 periode mungkin sama sekali tidak ada dalam bayangan seorang DR. Wahidin Puarada, M.Si, Sebab waktu remaja, putra yang berangkat dari keluarga petani yang sangat sederhana ini justru hanya mempunyai cita-cita sederhana menjadi seorang pengusaha.
Ia selalu mencirikan kharismatik yang sangat kental dan kepribadian yang kuat dan mungkin kepribadian ini terbawa sejak ia dilahirkan. Memiliki percaya diri dan sangat dinamis. Ia sering berbicara dengan suara yang menawan dan menarik hati.
 Berbahasa yang sangat sederhana sehingga membuat hampir semua masyarakat mengaguminya. Semangat dan gairah untuk membangkitkan antusias orang yang dipimpinnya selalui ia tunjukkan dan membuka jalan pikirannya kepada mereka yang pimpin. Banyak Pendekatan yang ia gunakan dalam menyampaikan sesuatu hal dengan memberikan contoh-contoh yang nyata. Selama masa tugasnya sebagai bupati jarang terlihat dikantor, karena hari-harinya banyak dihabiskan di luar kantor berbaur dengan masyarakat kalangan bawah. Dari 30 hari dalam sebulan, 20 harinya dihabiskan di tengah-tengah masyarakat.
Pria energik yang tidak pernah kenal lelah, dibuktikan dengan ketika dari Jakarta turun dari pesawat langsung menuju kampung karena begitu besar kerinduan terhadap masyarakat di kampungnya. Ia memiliki visi kedepan, dalam menerapkan konsep pembangunan berbasis kampung dengan berupaya mewujudkan obsesinya mengantarkan kampung menjadi sesuatu tempat yang memiliki suasana sama dengan kota. 
Gaya kepemimpinan Dr. Wahidin Puarada, M.Si selalu ditunjukkan dengan tingkahlakunya sewaktu berada di tengah-tengah masyarakat, kemampuannya dalam memimpin selalu menjadi wacana yang diperbincangkan oleh setiap orang. Ketika ia berada di dalam lingkungan organisasi selalu ia tunjukkan dengan disiplin, sehingga pegawai yang ada mampu menjalani rutinitas dan disiplin kinerja yang sesuai dengan tata aturan kepegawaian. Lain halnya ketika beliau berada di tengah masyarakat. Sikap dan perilaku yang ia tunjukkan begitu akrab dan dekat dengan masyarakat. Pada saat berbincang dengan masyarakat di tingkat bawah selalu ia perlihatkan gaya kepemimpinan yang langsung memberikan contoh dan tetap memberikan semangat. Kata memuji kepada rakyatnya yang paling sering ia ucapkan adalah kata Mantaap, sebagai suatu pujian kepada masyarakat yang dipimpinnya merasa apa yang dilakukannya terus untuk ditingkatkannya. Ia selalu tanggap dengan segala sesuatu persoalan pembangunan.  
Sepanjang dua periode menjadi bupati, ia sangat inspiratif dalam hal membimbing dan mengarahkan orang lain untuk mengikuti alur yang diciptakan dan diinginkan demi tercapainya tujuan pembangunan daerah yang berhasil guna. Tekad dan niat untuk membuat sebuah perubahan selalu ia tunjukkan melalui sikap dan perilakunya sendiri. Menurutnya, tidak ada yang lebih baik untuk menginspirasi bawahan dan masyarakatnnya selain menjadi diri sendiri sebagai contoh atau teladan yang baik.
Ia sosok pemimpin yang menginspirasi tidak saja memberikan motivasi tetapi langsung membangunkan semangat kepada yang dipimpinnya dari dalam diri. Ia selalu menjadi inspirator, agar orang yang dipimpinnya selalu merasa tergerak dan bersemangat dalam bekerja. Ia sangat memberikan perhatian yang tulus dan memiliki rasa kepedulian kepada siapa saja. Ia sering mengagumkan prestasi orang lain yang dicapainya dan selalu mendengarkan dan memperhatikan pribadi dan kehidupan masyarakat yang dipimpinnya. Ia mudah diterima dengan baik ketika menyampaikan suatu ide.
Ia memiliki jiwa melayani. Sebagai pemimpin, segala ego pribadinya ia kesampingkan untuk memenuhi kepentingan masyarakat. Ia memiliki kesadaran semua yang dilakukan adalah hasil dukungan orang yang dipimpinnya untuk menuju pada kesuksesan. Dalam jiwanya selalu menunjukkan kasih dan perhatiannya dengan cara memperhatikan kebutuhan apa yang diinginkan oleh masyarakatnya, mendengarkan keluhan masyarakat dan mengerti impian dan harapan mereka.
Jiwa kepemimpinan Sang Visioner, memang telah diasah sejak muda, Bupati Fakfak kelahiran 54 tahun silam di Kampung Waromi Kabupaten Kaimana ini telah mengenal dunia organisasi sejak masa muda. Kepemimpinan di masa muda, banyak berkiprah di organisasi sosial bahkan sejak sekolah dulu jiwa kewirausahaannya telah mengalir deras dan bermimpi menjadikan dirinya sebagai salah seorang wirausaha sukses. Padahal beliau memulai semuanya dari titik Nadzir.
Dalam suatu waktu beliau pernah menyampaikan bahwa "Saya hanya seorang anak petani tulen yg datang dari desa, kondisi ekonomi yg tidak mendukung membuat saya tak lagi mampu untuk tinggal di kost yg memiliki listrik. Jadi, kalau malam tiba, saya harus menggunakan lampu semprong untuk belajar mengulang pelajaran kuliah".
Sebagai sang visioner, ia memiliki visi ke depan membuat rencana masa depan yang realistis, memberikan harapan yang besar dan mampu meyakinkan orang yang dipimpinnya tentang masa depan yang lebih baik. Telah ada rencana yang matang untuk menghadapinya tantangan yang akan terjadi akibat dari sebuah konsekuensi pembangunan yang ia lakukan itu. Membangun di mulai dari yang akhir atau membangun dengan melalui formasi menghitung dari angka 10 ke angka 1 dengan melihat akar masalah atau persoalan yang dihadapinya oleh masyarakat. Pada akhirnya akan kembali mencapai angka akhir dari suatu keberhasilan pembangunan itu. Inilah yang menjadi prinsip kuat beliau dalam melakukan penuntasan kemiskinan dan ketertinggalan.
Sosok kepemimpinannya mencirikan seorang amanah. Mampu dalam menjalankan amanah rakyat. Ia mempertaruhkan segalanya untuk mengabdi kepada masyarakat yang dipimpinnya tanpa pandang suku, agama, dan ras. Perjalanan panjang kini, ternyata telah menghasilkan sebuah kepribadian yang kuat dan komitmen bahkan muncul obsesi untuk MEMBERIKAN RASA SENANG TERHADAP SEMUA MASYARAKAT DI PAPUA BARAT melalui Membangun Masa Depan Papua Barat yang Lebih Maju dan Sejahtera. “Rasa Senang yang dimaksud adalah Semua orang merasa terlibat dalam pemerintahan mulai dari tingkat kampung-kota dan terlibat dalam pembangunan baik dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi Pembangunan agar tercipta kemadirian dan kesejahteraan”.



1.  Prestasi Terbaik yang di Capai
Berkat dukungan orang yang dipimpinnya, apa yang dilakukan olehnya sangat optimis akan mencapai keberhasilan. Selama periode kepemimpinanya telah banyak membuat kemajuan di Kabupaten Fakfak untuk keluar dari ketertinggalan. Berbagai penghargaan kerap kali disandang. Sebagai tokoh spiritual dengan keberhasilan melakukan program pemberantasan buta aksara kitab suci dan berangkat dari pola pikir bahwa kita harus kembali ke kitab suci yang pada dasarnya memiliki subtansi yang sama. 

Dengan melihat realitas musibah yang terjadi di berbagai belahan dunia  termasuk Indonesia yang memiliki angka musibah paling tinggi maka diluncurkan program 4M+1A dengan definisi sederhana yaitu memiliki kitab suci, membacanya, menghayati maknanya dan melaksanakan atau mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan 1 A adalah kitab suci Alquran dan Alkitab. Berkat peluncuran dan keberhasilan program ini maka ia mendapatkan kesempatan membawa hikmah Maulid dalam rangka Maulid Nabi Besar Muhamad SAW di Istana Negara pada 30 Maret 2007 yang disampaikan di depan bapak presiden SBY, ulama dan para tamu Agung Negara dengan menyampaikan pokok pikiran bagaimana mewujudkan masyarakat yang ideal, beradab, dan madani daam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Di sisi lain DR. Wahidin Puarada, M.Si memiliki segudang prestasi dan beragam tanda jasa dari Republik ini. Di akhir masa jabatannya sebagai bupati, ia masih memiliki mimpi yang akan diwujudkan dan selalu terlihat di masyarakat akar rumput. Prestasinya terbaik dalam sejarah hidupnya pernah menjadi peserta terbaik Lemhanas tahun 2001. Selama menjadi pemimpin, segala obsesi, cita-cita serta pengabdian sudah sejak lama dicurahkan kepada negeri ini untuk menuju pada perubahan yang nyata. Kini obsesi dan cita-cita keinginan membangun Papua Barat yang lebih baik terus dilakukan untuk sebuah perubahan kesejahteraan karena ia tahu persis apa yang dibutuhkan masyarakat dan hasilnya telah dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di daerah pedalaman kampung, pinggiran kota.
Keinginan akan kerinduan untuk membangun Papua Barat dimulai dari kampung merupakan obsesi yang sangat kuat dan hal ini telah dibuktikan dengan mengantarkan Kabupaten Fakfak yang ia pimpin keluar dari ketertinggalan daerah adalah sebuah prestasi yang luar biasa yang dicapainya. Karena begitu besar prihatin terhadap masyarakat yang tinggal di kampung yang mungkin hal ini timbul karena ia merasa bahwa ia berasal dari kampung dengan kondisi yang sangat sederhana, lemah dan tidak berarti apa-apa. Ia berkomitmen kuat untuk membangun Papua Barat yang lebih sejahtera, aman dan bermartabat serta berkeinginan membangun Provinsi ini menjadi lebih baik keluar dari ketertinggalan.
Obsesi untuk mengangkat harkat dan martabat terutama orang Papua dengan menjalankan program yang berpihak pada rakyat yang dimulai dari kampung selalu menjadi tumpuan dan harapannya. Perbaikan Permukiman kampung dan kota, peningkatan infrastruktur dasar, pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan sarana prasarana kesehatan, pendidikan dan peribadatan merupakan bentuk realisasi program yang telah dirasakan oleh masyarakat langsung baik masyarakat di kota, dipinggiran kota hingga di kampung-kampung, hal ini telah dibuktikan selama kepemimpinnannya.
Perencanaan bersama rakyat, melaksanakan bersama rakyat, mengevaluasi bersama rakyat dan mempertanggungjawabkan bersama rakyat merupakan prinsip dan pendekatan pembangunan yang selalu ia gunakan dalam setiap langkah pengabdiannya untuk merubah suasana daerah menjadi lebih baik. 


Banyak hal yang ia lakukan dalam mendekatkan pembangunan yang langsung ke tingkat bawah dengan mempercayai masyarakat langsung mengelola kebijakan yang ia turunkan dan masyarakat terlibat dalam proses pembangunan secara langsung. Hal ini ia lakukan karena berpikir bahwa masyarakat perlu diajari dan memahami sebuah proses pembangunan yang sedang terjadi. Bagaimana mereka juga diberikan kepercayaan sama halnya mereka mempercayai kita untuk menjadi pemimpinnya.
Satu Tungku Tiga Batu, salah satu semboyang yang ia gunakan sebagai tumpuan untuk membangun daerah yang tidak mengenal dari mana asal-usulnya, etnis, suku dan agama. Semuanya bertujuan membangun bersama-sama untuk menata dan meningkatkan suatu daerah kedepan yang lebih baik. Keinginan untuk terus berkarya dan berkiprah membangun Papua Barat menjadi impiannya yang tidak habis-habisnya karena masih banyak masyarakat yang merindukan pembangunan yang langsung menyentuh. Keinginan untuk Memberikan Rasa Senang Kepada Semua Masyarakat Di Papua Barat Menjadi Sebuah Impian dan Cita-Citanya Yang Selalu Ia Tanamkan Bila Diberikan Kesempatan Untuk Memimpin Provinsi Papua Barat.    
Sebagai putra Waromi yang pernah besar di Kabupaten Fakfak, dengan latar belakang birokrasi, ia berharap bisa membawa Provinsi Papua Barat kedepan yang lebih baik. "Sebagai putra Papua, sudah pasti saya sangat mencintai masyarakat Papua Barat. Saya berikhtiar mencurahkan segala potensi yang saya miliki, demi memperbaiki dan membangun masa depan Papua Barat kedepan yang lebih baik. Saya ingin membangun Papua Barat dengan Nurani dan kedamaian menuju masyarakat Papua Barat yang sejahtera.
Karena seluruh pengabdiannya dicurahkan di negeri ini Papua Barat tercinta dan berbekal niat baik, ia memiliki keiiginan kuat untuk menjadi pemimpin yang siap membangun Papua Barat kedepan mewujudkan kesejahteraan dengan MOTTO MEMBANGUN PAPUA BARAT DENGAN NURANI DAN KEDAMAIAN MENUJU MASYARAKAT YANG LEBIH MAJU DAN SEJAHTERA.