Selasa, 26 April 2011

MENGENAL FIGUR DR. WAHIDIN PUARADA, M.SI (KANDIDAT GUBERNUR PROVINSI PAPUA BARAT 2011-2016)

Sebagai seorang mantan bupati yang memimpin salah satu kabupaten di Papua Barat yakni Kabupaten Fakfak selama 10 tahun, Ia dikenal sebagai seorang pekerja keras yang ulet dan selalu ikhlas dalam menjalankan tugas dan mencintai masyarakat yang dipimpinnya. Rasa cinta terhadap masyarakat dan negerinya merupakan energy yang tidak habis-habisnya selalu ia lahirkan melalui pikiran dan ide-ide cemerlang berinovatif dalam membangun masyarakat dan negeri yang dicintainya. Melalui berbagai pikiran yang nyata membuat ia lebih dikenal sangat perhatian dan peduli serta tanggap terhadap kehidupan di berbagai tempat baik di kampung, pinggiran kota maupun di pusat-pusat kota. 
Semasa kepemimpinannya banyak sudah ia melakukan perubahan dan peningkatan harkat dan martabat masyarakat Papua sehingga berada dalam sebuah peradaban yang hampir sejajar dengan yang ada di daerah lain. Dengan melakukan peningkatan kualitas perumahan masyarakat hingga merubah wajah kampung dan kota menjadi lebih baik dan menciptakan pemenuhan kebutuhan ekonomi masyarakat yang dianggap layak maka RUMAH adalah salah satunya yang menjadi bukti nyata mengangkat harkat dan martabat Orang Papua yang kini telah terjadi di kabupaten yang telah dipimpinnya. Kini begitu besar harapannya agar ia dapat membagi rasa ini dan memiliki keinginan yang kuat untuk melakukannya di seluruh wilayah Provinsi Papua Barat sehingga menjadi rasa senang terhadap semua orang yang tinggal di Papua Barat.



Ia lahir di Kaimana, tepatnya di Kampung Waromi Kaimana 28 Maret 1956, Sebagai anak kedua dari 4 (empat) saudara hasil buah hati dan belahan jiwa dari Syawal Puarada dan Jamalia Furu yang keduanya kini telah berpulang. Dalam perjalanan kariernya ia di dampingi oleh Gadis Sulawesi Selatan H. Siti Hadrah Kadir, SH yang dikaruniai Enam orang anak (dua putra empat putri).
Tempat kelahirannya merupakan sebuah perkampungan terisolir jauh dari kehidupan kota dan sangat sulit untuk menjangkaunya karena harus melalui perjuangan berat menggunakan perahu tradisional bermotor (long board) melewati pusaran air yang membahayakan ketika musim ombak tiba. 
Berkecimpung di dunia birokrasi yang kemudian meningkat kariernya pernah menjadi bupati selama 2 periode mungkin sama sekali tidak ada dalam bayangan seorang DR. Wahidin Puarada, M.Si, Sebab waktu remaja, putra yang berangkat dari keluarga petani yang sangat sederhana ini justru hanya mempunyai cita-cita sederhana menjadi seorang pengusaha.
Ia selalu mencirikan kharismatik yang sangat kental dan kepribadian yang kuat dan mungkin kepribadian ini terbawa sejak ia dilahirkan. Memiliki percaya diri dan sangat dinamis. Ia sering berbicara dengan suara yang menawan dan menarik hati.
 Berbahasa yang sangat sederhana sehingga membuat hampir semua masyarakat mengaguminya. Semangat dan gairah untuk membangkitkan antusias orang yang dipimpinnya selalui ia tunjukkan dan membuka jalan pikirannya kepada mereka yang pimpin. Banyak Pendekatan yang ia gunakan dalam menyampaikan sesuatu hal dengan memberikan contoh-contoh yang nyata. Selama masa tugasnya sebagai bupati jarang terlihat dikantor, karena hari-harinya banyak dihabiskan di luar kantor berbaur dengan masyarakat kalangan bawah. Dari 30 hari dalam sebulan, 20 harinya dihabiskan di tengah-tengah masyarakat.
Pria energik yang tidak pernah kenal lelah, dibuktikan dengan ketika dari Jakarta turun dari pesawat langsung menuju kampung karena begitu besar kerinduan terhadap masyarakat di kampungnya. Ia memiliki visi kedepan, dalam menerapkan konsep pembangunan berbasis kampung dengan berupaya mewujudkan obsesinya mengantarkan kampung menjadi sesuatu tempat yang memiliki suasana sama dengan kota. 
Gaya kepemimpinan Dr. Wahidin Puarada, M.Si selalu ditunjukkan dengan tingkahlakunya sewaktu berada di tengah-tengah masyarakat, kemampuannya dalam memimpin selalu menjadi wacana yang diperbincangkan oleh setiap orang. Ketika ia berada di dalam lingkungan organisasi selalu ia tunjukkan dengan disiplin, sehingga pegawai yang ada mampu menjalani rutinitas dan disiplin kinerja yang sesuai dengan tata aturan kepegawaian. Lain halnya ketika beliau berada di tengah masyarakat. Sikap dan perilaku yang ia tunjukkan begitu akrab dan dekat dengan masyarakat. Pada saat berbincang dengan masyarakat di tingkat bawah selalu ia perlihatkan gaya kepemimpinan yang langsung memberikan contoh dan tetap memberikan semangat. Kata memuji kepada rakyatnya yang paling sering ia ucapkan adalah kata Mantaap, sebagai suatu pujian kepada masyarakat yang dipimpinnya merasa apa yang dilakukannya terus untuk ditingkatkannya. Ia selalu tanggap dengan segala sesuatu persoalan pembangunan.  
Sepanjang dua periode menjadi bupati, ia sangat inspiratif dalam hal membimbing dan mengarahkan orang lain untuk mengikuti alur yang diciptakan dan diinginkan demi tercapainya tujuan pembangunan daerah yang berhasil guna. Tekad dan niat untuk membuat sebuah perubahan selalu ia tunjukkan melalui sikap dan perilakunya sendiri. Menurutnya, tidak ada yang lebih baik untuk menginspirasi bawahan dan masyarakatnnya selain menjadi diri sendiri sebagai contoh atau teladan yang baik.
Ia sosok pemimpin yang menginspirasi tidak saja memberikan motivasi tetapi langsung membangunkan semangat kepada yang dipimpinnya dari dalam diri. Ia selalu menjadi inspirator, agar orang yang dipimpinnya selalu merasa tergerak dan bersemangat dalam bekerja. Ia sangat memberikan perhatian yang tulus dan memiliki rasa kepedulian kepada siapa saja. Ia sering mengagumkan prestasi orang lain yang dicapainya dan selalu mendengarkan dan memperhatikan pribadi dan kehidupan masyarakat yang dipimpinnya. Ia mudah diterima dengan baik ketika menyampaikan suatu ide.
Ia memiliki jiwa melayani. Sebagai pemimpin, segala ego pribadinya ia kesampingkan untuk memenuhi kepentingan masyarakat. Ia memiliki kesadaran semua yang dilakukan adalah hasil dukungan orang yang dipimpinnya untuk menuju pada kesuksesan. Dalam jiwanya selalu menunjukkan kasih dan perhatiannya dengan cara memperhatikan kebutuhan apa yang diinginkan oleh masyarakatnya, mendengarkan keluhan masyarakat dan mengerti impian dan harapan mereka.
Jiwa kepemimpinan Sang Visioner, memang telah diasah sejak muda, Bupati Fakfak kelahiran 54 tahun silam di Kampung Waromi Kabupaten Kaimana ini telah mengenal dunia organisasi sejak masa muda. Kepemimpinan di masa muda, banyak berkiprah di organisasi sosial bahkan sejak sekolah dulu jiwa kewirausahaannya telah mengalir deras dan bermimpi menjadikan dirinya sebagai salah seorang wirausaha sukses. Padahal beliau memulai semuanya dari titik Nadzir.
Dalam suatu waktu beliau pernah menyampaikan bahwa "Saya hanya seorang anak petani tulen yg datang dari desa, kondisi ekonomi yg tidak mendukung membuat saya tak lagi mampu untuk tinggal di kost yg memiliki listrik. Jadi, kalau malam tiba, saya harus menggunakan lampu semprong untuk belajar mengulang pelajaran kuliah".
Sebagai sang visioner, ia memiliki visi ke depan membuat rencana masa depan yang realistis, memberikan harapan yang besar dan mampu meyakinkan orang yang dipimpinnya tentang masa depan yang lebih baik. Telah ada rencana yang matang untuk menghadapinya tantangan yang akan terjadi akibat dari sebuah konsekuensi pembangunan yang ia lakukan itu. Membangun di mulai dari yang akhir atau membangun dengan melalui formasi menghitung dari angka 10 ke angka 1 dengan melihat akar masalah atau persoalan yang dihadapinya oleh masyarakat. Pada akhirnya akan kembali mencapai angka akhir dari suatu keberhasilan pembangunan itu. Inilah yang menjadi prinsip kuat beliau dalam melakukan penuntasan kemiskinan dan ketertinggalan.
Sosok kepemimpinannya mencirikan seorang amanah. Mampu dalam menjalankan amanah rakyat. Ia mempertaruhkan segalanya untuk mengabdi kepada masyarakat yang dipimpinnya tanpa pandang suku, agama, dan ras. Perjalanan panjang kini, ternyata telah menghasilkan sebuah kepribadian yang kuat dan komitmen bahkan muncul obsesi untuk MEMBERIKAN RASA SENANG TERHADAP SEMUA MASYARAKAT DI PAPUA BARAT melalui Membangun Masa Depan Papua Barat yang Lebih Maju dan Sejahtera. “Rasa Senang yang dimaksud adalah Semua orang merasa terlibat dalam pemerintahan mulai dari tingkat kampung-kota dan terlibat dalam pembangunan baik dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi Pembangunan agar tercipta kemadirian dan kesejahteraan”.



1.  Prestasi Terbaik yang di Capai
Berkat dukungan orang yang dipimpinnya, apa yang dilakukan olehnya sangat optimis akan mencapai keberhasilan. Selama periode kepemimpinanya telah banyak membuat kemajuan di Kabupaten Fakfak untuk keluar dari ketertinggalan. Berbagai penghargaan kerap kali disandang. Sebagai tokoh spiritual dengan keberhasilan melakukan program pemberantasan buta aksara kitab suci dan berangkat dari pola pikir bahwa kita harus kembali ke kitab suci yang pada dasarnya memiliki subtansi yang sama. 

Dengan melihat realitas musibah yang terjadi di berbagai belahan dunia  termasuk Indonesia yang memiliki angka musibah paling tinggi maka diluncurkan program 4M+1A dengan definisi sederhana yaitu memiliki kitab suci, membacanya, menghayati maknanya dan melaksanakan atau mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan 1 A adalah kitab suci Alquran dan Alkitab. Berkat peluncuran dan keberhasilan program ini maka ia mendapatkan kesempatan membawa hikmah Maulid dalam rangka Maulid Nabi Besar Muhamad SAW di Istana Negara pada 30 Maret 2007 yang disampaikan di depan bapak presiden SBY, ulama dan para tamu Agung Negara dengan menyampaikan pokok pikiran bagaimana mewujudkan masyarakat yang ideal, beradab, dan madani daam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Di sisi lain DR. Wahidin Puarada, M.Si memiliki segudang prestasi dan beragam tanda jasa dari Republik ini. Di akhir masa jabatannya sebagai bupati, ia masih memiliki mimpi yang akan diwujudkan dan selalu terlihat di masyarakat akar rumput. Prestasinya terbaik dalam sejarah hidupnya pernah menjadi peserta terbaik Lemhanas tahun 2001. Selama menjadi pemimpin, segala obsesi, cita-cita serta pengabdian sudah sejak lama dicurahkan kepada negeri ini untuk menuju pada perubahan yang nyata. Kini obsesi dan cita-cita keinginan membangun Papua Barat yang lebih baik terus dilakukan untuk sebuah perubahan kesejahteraan karena ia tahu persis apa yang dibutuhkan masyarakat dan hasilnya telah dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di daerah pedalaman kampung, pinggiran kota.
Keinginan akan kerinduan untuk membangun Papua Barat dimulai dari kampung merupakan obsesi yang sangat kuat dan hal ini telah dibuktikan dengan mengantarkan Kabupaten Fakfak yang ia pimpin keluar dari ketertinggalan daerah adalah sebuah prestasi yang luar biasa yang dicapainya. Karena begitu besar prihatin terhadap masyarakat yang tinggal di kampung yang mungkin hal ini timbul karena ia merasa bahwa ia berasal dari kampung dengan kondisi yang sangat sederhana, lemah dan tidak berarti apa-apa. Ia berkomitmen kuat untuk membangun Papua Barat yang lebih sejahtera, aman dan bermartabat serta berkeinginan membangun Provinsi ini menjadi lebih baik keluar dari ketertinggalan.
Obsesi untuk mengangkat harkat dan martabat terutama orang Papua dengan menjalankan program yang berpihak pada rakyat yang dimulai dari kampung selalu menjadi tumpuan dan harapannya. Perbaikan Permukiman kampung dan kota, peningkatan infrastruktur dasar, pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan sarana prasarana kesehatan, pendidikan dan peribadatan merupakan bentuk realisasi program yang telah dirasakan oleh masyarakat langsung baik masyarakat di kota, dipinggiran kota hingga di kampung-kampung, hal ini telah dibuktikan selama kepemimpinnannya.
Perencanaan bersama rakyat, melaksanakan bersama rakyat, mengevaluasi bersama rakyat dan mempertanggungjawabkan bersama rakyat merupakan prinsip dan pendekatan pembangunan yang selalu ia gunakan dalam setiap langkah pengabdiannya untuk merubah suasana daerah menjadi lebih baik. 


Banyak hal yang ia lakukan dalam mendekatkan pembangunan yang langsung ke tingkat bawah dengan mempercayai masyarakat langsung mengelola kebijakan yang ia turunkan dan masyarakat terlibat dalam proses pembangunan secara langsung. Hal ini ia lakukan karena berpikir bahwa masyarakat perlu diajari dan memahami sebuah proses pembangunan yang sedang terjadi. Bagaimana mereka juga diberikan kepercayaan sama halnya mereka mempercayai kita untuk menjadi pemimpinnya.
Satu Tungku Tiga Batu, salah satu semboyang yang ia gunakan sebagai tumpuan untuk membangun daerah yang tidak mengenal dari mana asal-usulnya, etnis, suku dan agama. Semuanya bertujuan membangun bersama-sama untuk menata dan meningkatkan suatu daerah kedepan yang lebih baik. Keinginan untuk terus berkarya dan berkiprah membangun Papua Barat menjadi impiannya yang tidak habis-habisnya karena masih banyak masyarakat yang merindukan pembangunan yang langsung menyentuh. Keinginan untuk Memberikan Rasa Senang Kepada Semua Masyarakat Di Papua Barat Menjadi Sebuah Impian dan Cita-Citanya Yang Selalu Ia Tanamkan Bila Diberikan Kesempatan Untuk Memimpin Provinsi Papua Barat.    
Sebagai putra Waromi yang pernah besar di Kabupaten Fakfak, dengan latar belakang birokrasi, ia berharap bisa membawa Provinsi Papua Barat kedepan yang lebih baik. "Sebagai putra Papua, sudah pasti saya sangat mencintai masyarakat Papua Barat. Saya berikhtiar mencurahkan segala potensi yang saya miliki, demi memperbaiki dan membangun masa depan Papua Barat kedepan yang lebih baik. Saya ingin membangun Papua Barat dengan Nurani dan kedamaian menuju masyarakat Papua Barat yang sejahtera.
Karena seluruh pengabdiannya dicurahkan di negeri ini Papua Barat tercinta dan berbekal niat baik, ia memiliki keiiginan kuat untuk menjadi pemimpin yang siap membangun Papua Barat kedepan mewujudkan kesejahteraan dengan MOTTO MEMBANGUN PAPUA BARAT DENGAN NURANI DAN KEDAMAIAN MENUJU MASYARAKAT YANG LEBIH MAJU DAN SEJAHTERA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar